Di Sebuah Ruang Tunggu
Aku duduk
dalam diam. bersandar pada kursi di sebuah ruang tunggu entah dimana tepatnya.
disini sesak. sangat penuh. tak ada ruang untuk bergerak. jangankan bergerak,
bernafas saja rasanya sudah mulai sulit.
sudah 2 jam
aku diam disini. bermaksud menunggu seseorang, tapi dia yang kutunggu itu tak
kunjung datang. kupandangi angka-angka yang terpajang pada jam tangan yang
melingkar di tangan kiriku terus-menerus. aku mulai bosan. kupandangi
sekelilingku penuh dengan para gadis. mungkin mereka sedang melakukan hal yang
sama denganku; Menunggu. aku coba memandangi mereka satu-persatu lalu sebisa
mungkin kucoba masuk dalam pikiran mereka dalam-dalam. aku ingin tahu apa yang
sebenarnya sedang mereka tunggu.
untuk
pertama kalinya, aku berhasil masuk ke lubang pikiran seorang gadis berambut
pendek yang duduk tepat dihadapanku. Lalu aku bertanya pada pikirannya, “Apa
yang sedang kau tunggu?” Dia menjawab singkat, “bukan apa tapi siapa”. setelah
berbincang lebih jauh, ternyata gadis itu sedang menunggu kekasihnya. kekasih
yang 4 tahun lalu pergi meninggalkannya untuk meneruskan sekolah ke luar kota.
kekasih gadis itu berjanji akan menemuinya 2 hari lalu, seharusnya. tapi sampai
hari ini, apa yang diucapkan kekasih gadis itu belum terbukti benarnya. aaaaah
tuhaaaan, semoga saja kekasih gadis itu benar datang…
Setelah puas
bertanya pada gadis yang duduk tepat dihadapanku itu, tiba-tiba saja aku
merasakan pikiranku seolah-olah terbang. melayang melintasi kerumunan
gadis-gadis. dan baru aku sadari ternyata aku telah kembali masuk ke dalam
pikiran seseorang. dia adalah gadis berkacamata, berpenampilan sangat rapih yang
duduk dibelakangku. Aku bertanya padanya, “apa yang kau lakukan disini?”, dia
menjawab, “tak berbeda denganmu”, aku kembali bertanya, “siapa yang kau
tunggu?” dia tak menjawab dan hanya menyodorkanku sebuah foto. usut punya usut
ternyata foto itu adalah Ibunya. kedua orang tuanya telah bercerai sejak dia
masih berumur 4 tahun. Ibunya memutuskan pindah tempat tinggal. dan sampai saat
aku bertanya, dia ternyata belum mengetahui dimana sesungguhnya sang ibu
berada. bahkan keputusan untuk menunggu sang ibu pun bukan karena sang ibu
telah berjanji untuk menemuinya melainkan hanya karena dia mempunyai firasat
bahwa sang ibu akan menemuinya. hanya firasat? dia telah menunggu lama
tapi dia ternyata tidak tahu kapan tepatnya orang yang ditunggunya itu akan
datang. lalu akan berapa lama dia menunggu seperti itu?
Aku
seolah-olah kembali terbang. Kembali melintasi kerumunan gadis-gadis yang
tengah menunggu itu. dan aku ternyata telah mengetuk pintu pikiran seorang
gadis berparas cantik yang duduk disebelahku. Pikiran gadis itu menyapaku
dengan ramahnya. “Hai, siapa kamu? Ada apa datang kesini?”. Aku menyahuti
sapaan gadis itu, “Aku gadis yang sedang menunggu. Apakah kau juga menunggu?
Siapa yang kau tunggu?” Dia Menjawab, “Aku menunggu seseorang yang aku
cinta” Aku kembali menjawab, “kekasihmu?” dengan cepat dia menyanggah,
“Bukan. Dia adalah satu-satunya yang aku cintai sejak aku masih duduk di bangku
smp. Aku harap dia tahu bahwa aku sedang menunggu kedatangannnya saat ini”. Aku
terkejut. Ternyata dia sedang menunggu seseorang yang tak jelas kabarnya. Hanya
karena dia mencintai orang itu maka dia rela menunggu hingga batas
waktu tak tentu. semoga yang terbaik datang pada gadis baik itu, amin
Ditengah-tengah
kesibukan yang tejadi di ruang tunggu, salah seorang gadis berteriak seraya
menangis. Dia nampak begitu frustasi. Ternyata menurut informasi, gadis
itu baru saja masuk ke ruang tunggu. Lalu untuk apa dia berteriak dan begitu
frustasi?. Masih menurut informasi dari orang yang sama, gadis itu merasa bahwa
dia sudah lelah menunggu. Dia tidak ingin lagi menunggu. Dan menurut gadis itu,
dengan dia menunggu belum tentu orang yang ditunggunya itu akan datang dan
kembali bersamanya. Tidakkah dia lihat gadis-gadis lain disekelilingnya?
Hampir semua dari mereka telah menunggu lebih dari 24 jam. Lihat saja,
rambut mereka acak-acakan, baju mereka kusut, wajah mereka sudah terlalu lelah
untuk berekspresi. Mereka jauh lebih lama menunggu dibandingkan kamu, Gadis
yang baru datang! Bersabarlah, duduklah bersama kami disini!. Gadis yang
baru datang itu terus menangis sambil meneriakkan kekesalannya akibat menunggu
terlalu lama, menurutnya. Tak lama kemudian, gadis itu pergi dari ruang tunggu.
Dan semua yang ada di ruang tunggu mendengar kabar bahwa diluar sana, si gadis
itu bertemu dengan orang yang ditunggunya. Yang tak lain dan tak bukan adalah
kekasihnya. Tetapi, gadis itu dan kekasihnya bertengkar. Begitu kabarnya.
Mereka bertengkar karena kekasihnya mengira bahwa gadis itu tidak mau menunggu
kedatangannya dan akan pergi bersama pria lain. Karena apapun pertengkaran
mereka diluar sana, tetapi begitulah kabar yang kami dengar.
Ketika
sedang asyiknya membongkar pikiran satu demi satu gadis di ruangan itu
tiba-tiba aku tersadarkan oleh bunyi pintu. Seperti ada yang datang. Semua mata
yang ada di ruang tunggu tertuju pada suara yang dikeluarkan pintu itu. Lewat
matanya mereka semua seperti mengatakan bahwa semoga saja yang membuka
pintu itu adalah orang yang mereka tunggu. Termasuk aku. Aku pun melayangkan
pandanganku ke pintu itu dengan penuh harap. Semoga dia tuhan, semogaaaa.
Begitulah harapku. Kupandangi mata-mata para gadis disebelahku tak kalah
tegangnya. Harap-harap cemas, sepertinya begitu.
“kreeeeek…”
begitu suara pintu terdengar.
Ternyata
dugaanku benar. Yang datang adalah yang ditunggu. Bukan hanya satu orang.
Mereka datang bergerombol. Aku sulit menghitung jumlahnya. Yang jelas mereka
mulai berjalan masuk ke ruangan dan mencari gadis manakah yang telah menunggu
mereka.satu per satu mulai menemukan pasangannya. Bahagia rasanya. Setelah
cukup lama menunggu akhirnya saat-saat seperti ini tiba juga. Aku ikut larut
dalam kebahagiaan di ruang tunggu. Dan tanpa sadar seseorang telah berdiri di
sebelahku. Dia adalah gadis berparas cantik yang tadi kusapa pikirannya. Dia
bertanya, “kau sendiri, sedang menunggu siapakah engkau?” Aku menjawab, “Bukan
siapa-siapa . tapi aku mencintai dia” Dia bertanya kembali, “dia tahu kau
menunggunya disini?” Aku pun menjawab, “sama sepertimu. Aku hanya berharap dia
tahu bahwa aku kini sedang menunggunya”. Setelah pernyataan terakhirku di
perbincangan antara aku dan Gadia berparas cantik itu, dia langsung berjalan
meninggalkan aku menuju pintu. Di tangannya, ada tangan yang
menggandengnya erat dan menuntunnya menuju pintu untuk keluar. Ah, ternyata harapan
dia menjadi kenyataan. Yang dia cintai tahu bahwa dia tengah menunggu
kedatangan yang dicintainya itu. Lalu mataku berpaling. Kulihat seorang gadis
berkacamata yang tadi sempat aku sapa dalam pikiran. Dia juga telah bertemu
dengan ibu tercintanya. Akhirnya, sang ibu tahu bahwa dia sudah menunggu disini
dalam lelah begitu lama. Mereka keluar pintu ruang tunggu dengan senyuman
lebar yang mengembang di kedua wajah ibu dan anak itu. tak berapa lama
kemudian, kudengar suara tangisan. Semakin lama suara itu semakin membesar.
Siapakah yang menangis itu?. ternyata dia. Si gadis berambut pendek yang
pikirannya kukunjungi pertama kali.
Aku bertanya
padanya, “ada apa? Dimanakah kekasih yang kau tunggu? Dia sudah
datang-kah? “
Bukannya
menjawab, Suara tangisannya justru semakin meledak-ledak. Aku tanya lagi,
“mengapa? Ada apa denganmu?” Dia menjawab singkat sambil menyodorkan sebuah
kertas surat kepadaku, “lihat ini”.
ternyata
surat itu dari kekasih yang telah dinantikan olehnya. Dalam surat itu tertera
jelas kalimat yang menyatakan bahwa si kekasihnya itu tidak akan lagi kembali
dan akan memulai segala sesuatu yang baru di tempatnya melanjutkan sekolah.
Dengan kata lain kekasihnya itu ingin dia berhenti menunggu dan menyelesaikan
hubungan mereka yang sudah lama dijalin dengan status Long Distance itu. Aku
mengerti sekarang. Suasana di ruang tunggu ini begitu kontras. Di satu sisi,
ada mereka yang tersenyum bahagia karena telah bertemu dengan orang yang
telah mereka tunggu. Di sisi lain, ada mereka yang wajahnya melukiskan
kesedihan karena yang mereka tunggu tak kunjung datang bahkan positif tidak
akan datang. Lalu bagaimana denganku? Ah nasibku tak jauh berbeda dengan
Gadis yang menangis ini. dia mungkin baru putus hubungan. Tapi aku? Aku rasa
aku lebih buruk. Belum memulai hubungan apapun dan masih akan terus berusaha
menunggu.
Aku dekati
gadis yang menangis itu. aku genggam tangannya dan aku berkata,
“menunggu Cinta/kekasih itu seperti menunggu kereta,
kawan”
Dia
tersenyum. Dan kami pun berpelukan. Aku yakin dia paham maksud dari
kata-kataku itu.
Di ruang
tunggu Semua hal dapat terjadi. Di ruang tunggu tak selamanya membosankan. Aku
percaya, seperti yang kukatakan pada Gadis berambut pendek yang menangis itu,
Menunggu Cinta/kekasih itu seperti menunggu kereta. Banyak kemungkinan dapat
terjadi;
- Ketika kita telah mengantongi tiket untuk sebuah tujuan, lalu kita datang ke stasiun tepat waktu *sesuai dengan jadwal keberangkatan kereta yang akan kita naiki* maka, kita hanya tinggal naik ke kereta dan menikmati perjalanan dengan kereta itu sampai tujuan.
- Ketika kita telah mengantongi tiket namun kita datang ke stasiun tak sesuai jadwal keberangkatan kereta atau terlamat maka, kita dengan sangat terpaksa harus mengikhlaskan kepergian kereta itu dan mencari kereta lain dengan tujuan yang sama. Semoga saja ada.
- Ketika kita telah mengantongi tiket dan datang ke stasiun tepat waktu tapi ternyata kereta yang seharusnya sudah datang itu belum datang karena ada satu dua hal yang menghambat. Maka, kita harus memilih menunggu dengan sabar atau pergi dan mencari kereta lain yang bisa berangkat tanpa kita haru menunggu.
- Ketika kita tidak memiliki tiket dan tidak tahu kemana kita akan pergi dengan kereta itu, seberapa cepat kedatangan kereta itu tak akan mempengaruhi kita. Karena kita tidak memiliki tujuan dan tidak memiliki tiket. Maka, bersabarlah kereta! Karena engkau tidak akan dinaiki oleh golongan nomor 4 ini!
Itulah
kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi ketika kita sedang menunggu
cinta/kekasih jika menunggu cinta/kekasih itu diibaratkan seperti menunggu
kereta. Jadi, nomor berapakah diantara kemungkinan itu yang akan kalian pilih?.
Nikmatilah waktumu ketika menunggu
seseorang/cinta/kekasih maka kau akan menemukan sebuah pengalaman yang tak
ternilai harganya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar